Jakarta, RMOL. Dituding menghambur-hamburkan duit rakyat demi kepentingan pribadi, dua menteri Prancis meletakkan jabatan.
Sikap pemborosan ini disorot rakyat Prancis karena berlangsung di saat warga diharuskan untuk berhemat, menyusul krisis yang terjadi di Eropa. Pengunduran diri Menteri Negara Urusan Pembangunan Luar Negeri Alain Joyandet dan Menteri Urusan Pembangunan Kawasan Paris Raya Chirstian Blanc diterima langsung Presiden Nicolas Sarkozy, Minggu (4/7) malam.
Kantor Presiden mengumumkan pengunduran kedua menteri muda itu, hanya beberapa hari setelah Sarkozy mengecam perilaku keduanya yang berfoya-foya pakai duit negara. Keduanya akan diganti dalam perombakan kabinet Oktober.
Blanc, bekas bos Air France, menjadi berita bulan lalu, ketika kantornya mengeluarkan 12 ribu euro (Rp 136 juta) untuk membeli cerutu dari Kuba. Dia mengakui, telah menghisap sepertiga bagian dari cerutu tersebut dan diperintahkan untuk membayar kembali harga semua cerutu itu.
Joyandet menjadi perhatian umum setelah beredar laporan pers, dia menyewa jet pribadi dengan biaya 116.500 euro atau sekitar Rp 1,3 miliar untuk perjalanan bisnis resmi ke Karibia. Padahal, dia bisa naik pesawat reguler.
Joyandet mengatakan, pengeluaran ini memang tidak biasa, tapi diperlukan karena jadwalnya sangat padat. Dia juga bersikeras merupakan menteri yang paling sedikit mengeluarkan biaya.
“Di masa depan, saya akan lebih memperhatikan cara mengatur pengeluaran saya,” kata Joyandet membela diri.
Penggunaan uang para pembayar pajak ini terungkap saat pemerintah sedang berusaha keras mengatasi defisit yang membengkak. Diperkirakan mencapai delapan persen dari produk domestik kotor (GDP) tahun ini.
Pengunduran diri Joyandet dan Blanc, dua menteri muda, menjadi upaya Presiden Nicolas Sarkozy untuk memegang wewenang atas kabinetnya. Pasalnya, Sarkozy dianggap tidak siap untuk mengorbankan Menteri Tenaga Kerjanya Eric Woerth, yang reputasinya telah tercoreng oleh dugaan penggelapan pajak oleh pewaris terkaya di Prancis, L’Oreal Liliane Bettencourt. Oposisi meminta Woerth mundur, tapi Sarkozy membelanya.
Seorang pejabat di Elysee Palace atau Istana Kepresidenan, yang tak bersedia disebutkan jatidirinya mengatakan, Sarkozy telah memutuskan untuk membiarkan kedua orang itu pergi. Untuk menghemat uang negara, tak satu pun dari mereka akan digantikan. Untuk sementara, tugas Joyandet akan dilaksanakan Menteri Luar Negeri Bernard Kouchner. Sedangkan tugas Blanc akan diemban Menteri Hubungan Pedesaan dan Teritorial Michel Mercier.
Baru-baru ini, media mingguan investigatif dan satiris Canard Enchaine melaporkan, Joyandet mendapat izin bangunan ilegal saat mengubah rumah kecilnya menjadi vila besar di dekat Saint-Tropez, French Riviera, Prancis. Joyandet membantah tuduhan ini, tapi kemudian mengaku.
Dua menteri lainnya juga dikritik media-media Prancis karena penggunaan apartemen. Ada juga bekas menteri yang dikabarkan menggunakan dana 9.500 euro (sekitar Rp 106 juta) per bulan untuk sebuah studi globalisasi.
[RM]






Responses to “Makan Duit Rakyat, Dua Menteri Prancis Mundur”
Leave a Reply