Oleh: Linda T. Silitonga
JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah akan menggenjot penerimaan negara dari sektor pajak untuk menekan jumlah utang luar negeri dan mencegah defisit guna menyehatkan APBN dan perekonomian dalam negeri.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan untuk itu dirinya akan berkunjung ke Ditjen Pajak guna mengecek dan mendengar langsung reformasi yang dilakukan di direktorat itu serta mendengar komitmen keseriusannya dalam meningkatkan pendapatan negara dari pajak.
“Saya ingin mendapatkan semacam kontrak bahwa sekarang ke depan tidak ada lagi yang main-main di bidang pajak, terutama di lingkungan Ditjen Pajak sendiri,” kata Presiden Yudhoyono dalam sidang kabinet terbatas bidang polhukam, ekonomi, dan kesejahteraan hari ini di Istana Presiden.
Dalam upaya mencapai tujuan untuk menurunkan jumlah utang luar negeri dan mencegah defisit supaya APBN sehat, ujar Kepala Negara, yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan pendapatan dalam negeri dengan pajak sebagai komponen utamanya.
Di samping pajak, lanjutnya, bidang lain yang diharapkan bisa mendorong pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut adalah pendapatan dari migas, pariwisata, dan nonpajak.
“Tolong dicek penerimaan pajak. Kita sudah bertekad untuk mengurangi utang luar negeri, menurunkan terus rasio antara utang dan pendapatan negara. Trennya baik. Tidak boleh terhenti apalagi mundur. Harus terus berjalan,” tegasnya.(er)






Responses to “Tekan utang luar negeri, pemerintah genjot pajak”
Leave a Reply